Maret 4, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

SYIRIK-SYIRIK ZAMAN NOW

Kajian Online Interaktif Masjid Astra.
AHAD, 6 September 2020.
8 Muharram 1442 H.
Pukul 10.00 WIB

📔 Nara Sumber :
“Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc., MA.

~ SYIRIK-SYIRIK ZAMAN NOW ~

Tidak diragukan lagi bahwasanya dakwah para Anbiya adalah menyuruh kepada “Tauhid” dan menjauhkan manusia dari segala bentuk “Kesyirikan”

★》 Firman Allah :

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ}

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut. ”
[QS. An Nahl : 36]

Oleh karenanya para Rasul seluruhnya menyeru agar yang di sembah hanyalah Allah Subhanahu wata’alaa semata.

Sebaliknya dakwah yang selalu diserukan oleh syaiton dan iblis adalah agar orang-orang terjerumus dalam kesyirikan.
Dan inilah peran utama Iblis agar manusia bisa menjadi pengikutnya dalam neraka jahanam, sehingga iblis berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan dengan berbagai macam model2nya.

Jika orang bertauhid kepada Allah Subhanahu wata’alaa dengan tauhid yang benar dan bersih dari segala kesyirikan, meninggal dalam kondisi bersih dari segala kesyirikan, maka dia akan banyak keuntungan.

▪️ Diantara keuntungannya adalah :

1️⃣ Dosa2nya akan diampuni seluruhnya oleh Allah Subhanahu wata’alaa.

◆》 Dalam Hadits Qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Subhanahu waTa’ala berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.”
(HR. Tirmidzi no. 3540. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Abu Thohir)

Hadist Qudsi ini dikuatkan dengan kisah Shohibul Bithoqoh yang dalam sebuah hadist disebutkan,

◆》 Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلاًّ كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا فَيَقُولُ لاَ يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِى الْحَافِظُونَ ثُمَّ يَقُولُ أَلَكَ عُذْرٌ أَلَكَ حَسَنَةٌ فَيُهَابُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ لاَ. فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاَّتِ فَيَقُولُ إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ. فَتُوضَعُ السِّجِلاَّتُ فِى كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِى كِفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلاَّتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ

“Ada seseorang yang terpilih dari umatku pada hari kiamat dari kebanyakan orang ketika itu, lalu dibentangkan kartu catatan amalnya yang berjumlah 99 kartu. Setiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang. Kemudian Allah menanyakan padanya, “Apakah engkau mengingkari sedikit pun dari catatanmu ini?” Ia menjawab, “Tidak sama sekali wahai Rabbku.” Allah bertanya lagi, “Apakah yang mencatat hal ini berbuat zalim kepadamu?” Lalu ditanyakan pula, “Apakah engkau punya uzur atau ada kebaikan di sisimu?” Dipanggillah laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak.” Allah pun berfirman, “Sesungguhnya ada kebaikanmu yang masih kami catat. Sehingga kamu tidak termasuk orang zalim pada hari ini.” Lantas dikeluarkanlah satu bithoqoh (kartu sakti) yang bertuliskan syahadat ‘laa ilaha ilallah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosulullah’. Lalu ia bertanya, “Apa kartu ini yang bersama dengan catatan-catatanku yang penuh dosa tadi?” Allah berkata padanya, “Sesungguhnya engkau tidaklah zalim.” Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu ampuh ‘laa ilaha illallah’ di daun timbangan lainnya. Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu ampuh ‘laa ilaha illalah’ tadi.”
(HR. Ibnu Majah, no. 4300; Tirmidzi, no. 2639 dan Ahmad, 2:213. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih. Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qawiy yaitu kuat dan perawinya tsiqqah termasuk perawi kitab sahih selain Ibrahim bin Ishaq Ath-Thaqani. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

》 Oleh karenanya setiap kita memiliki kartu “Laa ilaaha Ilallah” tapi kwalitasnya yang berbeda-beda:
– Semakin seseorang bersih dari pada bentuk kesyirikan, – Segala bentuk ketergantungan kepada makhluk,
– Dia memurnikan ketergantungan hanya kepada Allah,
– Dia memperhatikan segala gerak-geriknya hanya kepada Allah Subhanahu wata’alaa,
– Tidaklah dia memandang kecuali hanya karena Allah,
– Tidaklah dia berucap kecuali hanya karena Allah,
– Tidaklah dia melangkahkan kakinya kecuali karena Allah.
》 Maka semakin kuat kwalitas “Laa ilaha Ilallah” yang dimiliki.

◆》 Salah seorang salaf bernama Al-Balqhi, dia berkata:
“Semenjak 40 tahun aku tidak pernah melangkahkan kakiku kecuali karena Allah Subhanahu wata’alaa.”

Ini orang yang Tauhidnya sangat kuat dan ini akan menghilangkan dosa2 yang dia lakukan karena cahaya Tauhid begitu kuat membakar dosa2 yang dilakukan.

2️⃣ Tidak akan di Adzab oleh Allah Subhanahu wata’alaa.

Oleh karenanya orang yang bertauhid dengan tauhid yang tinggi dan bersih dari segala kesyirikan, maka :

◆》 Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Dalam sebuah hadist dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( يا معاذ, أ تدرى ما حق الله على عباد ؟ ) قال : الله و رسوله أعلم, قال : ( أن يعبدوه ولا يشركو به شيأ, , أ تدرى ما حقهم عليه ؟) قال : الله و رسوله أعلم, قال : (أن لا يعذبهم) و فى لفظ لمسلم : ( و حق العباد على الله عز و خل أن لا يعذب من لا يشرك به شيأ )

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : “wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas para hamba-Nya ?” Mu’adz berkata : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui, Beliau bersabda: (yaitu) “hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (dan) tahukah engkau hak hamba terhadap Allah ?” Mu’adz berkata : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui, Beliau bersabda : “Dia tidak akan mengadzab mereka.”

Dan dalam lafadz Imam Muslim :
“bahwasanya Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya.”
(Dikeluarkan oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallahu ta’ala dalam kedua kitab shahihnya)

》 Allah Subhanahu wata’alaa berjanji :
– Orang yang memurnikan tauhidnya,
– Kemudian dia berusaha semaksimal mungkin bersih dari segala ketergantungan kepada makhluk,
– Dia ibadahnya hanya kepada Allah Subhanahu wata’alaa,
》 Maka Allah tidak akan mengadzabnya.

3️⃣ Akan mendapat Syafaat dari Nabi shalallaahu’alaihi wasallam.

Demikian pula orang yang bertauhid, maka dialah yang akan mendapatkan syafaat terbanyak dari Nabi Shalallahu’alaihi wasallam pada hari kiamat kelak.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang paling bahagia dengan syafaat beliau.

◆》 Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab,

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

“Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘la ilaha illallah’ secara ikhlas dari kalbunya.”
(HR . al-Bukhari. 99)

◆》 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَن مَاتَ مِنْ أُمَّتِي يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا

“Semua nabi memiliki doa yang mustajab. Semua nabi menyegerakan doa mustajab mereka. Adapun aku menyimpannya untuk umatku sebagai syafaat bagi mereka, dan itu akan didapat oleh umatku yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan sesuatu pun.”
(HR . Muslim no. 338)

Banyak dari kita yang dahulunya terjerumus ke dalam kesyirikan, baik syirik besar maupun syirik kecil.

Dan kita juga menjalani hari-hari yang tanpa sadar kadang kita terjerumus kedalam kesyirikan, seperti :
– Tawakal kadang bukan kepada Allah, tapi kepada Bos.
– Tawakal kepada dokter.
– Terkadang ibadah riya ingin di puji dan ingin di sanjung.

4️⃣ Orang yang tauhidnya murni dia akan masuk surga tanpa adzab tanpa hisab.

◆》 Al-Imam Muhammad Bin Abdul Wahab rahimahullah dalam kitab Tauhid membuat judul dalam salah satu bab nya dengan judul :
“Barang siapa yang memurnikan tauhidnya maka dia akan masuk surga tanpa adzab dan tanpa hisab.”

◆》 Kemudian Nabi sebutkan ciri2 mereka,
Beliau Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:

هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ وَ لاَ يَكتوونَ وَ لاَ يَتَطَيَّرُونَ وَ عَلَى رَبِّـهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Mereka itu adalah orang yang tidak minta diruqyah, tidak melakukan kay, dan tidak melakukan tathayyur, serta mereka bertawakkal hanya kepada Rabb mereka.”

Sampai kata para ulama mereka meninggalkan perkara yang makruh,
– seperti kay itu tidak haram tapi makruh,
– minta di ruqyah itu juga tidak haram tapi makruh.

Merekapun tinggalkan karena tawakal mereka yang tinggi.
Maka mereka bisa masuk surga tanpa adzab dan tanpa hisab.

✅ MACAM-MACAM TAUHID.

1️⃣ TAUHID AL-ULUHIYAH
Yaitu :
Mengesakan Allah subhanahu wata’ala di dalam peribadatan.
-> Semua bentuk ibadah hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu wata’alaa.

2️⃣ TAUHID AR-RUBUBIYAH
Yaitu :
Mengesakan Allah Subhanahu wata’alaa dalam, – penciptaan
– pemilikan, dan
– pengaturan alam semesta.

3️⃣ TAUHID AL-ASMA’ wa AS-SIFAT
Yaitu :
Mengesakan Allah Subhanahu wata’alaa dalam :
-> Sifat2 Allah Subhanahu wata’alaa yang datang dalam Al-Quran dan As-Sunnah yaitu tidak ada yang serupa dengan-Nya.

⛔ Macam-macam KESYIRIKAN

▪️ Syirik artinya :
“Menyamakan Allah dengan makhluk atau sebaliknya menyamakan makhluk dengan Allah pada perkara2 yang merupakan kekhususan Allah.”

1️⃣ KESYIRIKAN dalam AL-ULUHIYAH.

◆ Syirik terbagi 2, yaitu :

(1) SYIRIK BESAR.
Orang yang meninggal dalam kondisi syirik besar maka dosanya tidak akan diampuni dan akan abadi di neraka selama2nya.
-> Syirik besar bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

■ Contoh-contohnya :

♨️ 1. Menyembelih kepada
selain Allah.
– Misalnya menyembelih kepada jin.
– Biasanya sering dilakukan oleh masyarakat ketika akan membangun jembatan, menyembelih dan menanam kepala kerbau kemudian di tanam sungai.
– ketika akan membangun rumah, menyembelih ayam hitam kemudian darahnya ditumpahkan di tanah.

★》 Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam,”
[QS. Al An’am: 162]

◆》 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Allah melaknat orang-orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah,”
(HR. Muslim)

– Ini juga banyak terjadi diperdukunan sebagai syarat.

♨️ 2. Berdoa kepada selain Allah.
– Banyak dilakukan oleh masyarakat mereka pergi kekuburan minta kepada mayat, minta dimudahkan rezeki, minta dimudahkan anak.

★》Firman Allah dalam QS. Al-Ahqaf ayat 5 :

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئِهِمْ غَٰفِلُونَ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
[QS.Al-Ahqaf :5]

Syirik yang paling parah adalah Syirik berdoa kepada selain Allah.
Kenapa..?
=》Karena ketika seseorang berdoa menunjukan kerendahan dia kepada dzat yang dia tuju. Harusnya itu semua ditujukan kepada Allah. Tapi dia berdoa, menangis minta kepada wali, sunan, ini kesyirikan.
=》Sama juga kalau berdoa kepada Nabi Muhammad, Nabi Isa, ini semua kesyirikan.

Doa adalah ibadah yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’alaa.

◆》 Disebutkan dalam hadits tentang dalil do’a,
At-Thirimidzi dari hadits Anas secara marfuu’ :

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

“Do’a adalah intisari ibadah”

Jika ada seseorang beribadah kepada selain Allah maka dia terjerumus dalam Syirik Akbar.

◆》 Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan berdo’a kepada sesembahan apapun selain Allah, maka masuklah ia ke dalam neraka.”
( HR. Bukhari).

♨️ 3. Istighosa Kepada selain Allah.
Istighosa adalah :
“Minta tolong dalam kondisi terdesak.”

– Mereka dalam kondisi terdesak memanggil nama2 wali yang sudah meninggal dunia, ini syirik besar.

Contoh :
Sedang berlayar ketika datang ombak besar kemudian dia berkata “wahai Abdul Qodir Jaelani tolonglah aku.”
Pada dirinya terkumpul berbagai macam kesyirikan :
1. Minta tolong kepada abdul qodir jaelani.
2. Meyakini abdul qodir jaelani maha mendengar.
3. Meyakini abdul qodir jaelani maha mengetahui.

♨️ 4. Bernadzar kepada selain Allah.
Nadzar adalah ibadah.
Barangsiapa bernadzar kepada selain Allah maka dia melakukan Syirik Besar.

Contoh :
Dia mau ujian dan mereka pergi kekuburan wali fulan mereka mengatakan,
“Wahai wali saya bernadzar kalau saya lulus ujian saya akan melakukan ini dan itu.”

♨️ 5. Minta perlindungan kepada jin, Istiadzah.

★》 Firman Allah Ta’ala:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”
[QS. Al Jin: 6]

Allah menyebutkan kesyirikan terjadi di zaman jahiliyah.
Ada sekelompok manusia minta perlindungan kepada sekelompok jin.

◆》Ibnu Juraij berkata :

كَانَ الرَّجُلُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَنْزِلُ الْأَرْضَ فَيَقُولُ: أَعُوذُ بِكَبِيرِ هَذَا الْوَادِي فَذَلِكَ اسْتِمْتَاعُهُمْ، … وَأَمَّا اسْتِمْتَاعُ الْجِنِّ بِالْإِنْسِ…مَا يَنَالُ الْجِنُّ مِنَ الْإِنْسِ مِنْ تَعْظِيمِهِمْ إِيَّاهُمْ فِي اسْتِعَاذَتِهِمْ بِهِمْ، فَيَقُولُونَ: قَدْ سُدْنَا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ

“Dahulu lelaki di zaman Jahiliyah singgah di suatu tempat lalu berkata, “Aku berlindung kepada jin pembesar/penguasa lembah ini”, maka itulah kesenangan yang diperoleh manusia dari jin…Adapun kesenangan yang diperoleh jin dari manusia… yaitu pengagungan manusia terhadap para jin tatkala manusia meminta perlindungan kepada para jin. Maka para jin berkata, “Sungguh kita telah menguasai jin dan manusia”

Setelah itu orang tersebut merasa tenang dan tidak di ganggu.
Karena dia minta tolong sama jin dan menjadikan jin tersebut sombong.
Ini kesyirikan Besar.

♨️ 6. Sihir.
Karena dalam sihir ada pertolongan kerjasama dengan Jin.

★》 Firman Allah Ta’ala dalam QS. Shadd ayat 55:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الإِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ

“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (manusia dan jin), (dan Allah berfirman) : “Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,” lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia : “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebagian dari kami (manusia) telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain (jin) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman : “Neraka itulah tempat tinggal kamu semua, sedang kamu semua kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”
[QS. Shad: 55].

Barang siapa yang melakukan sihir maka telah gugur Syahadatnya dan dia telah keluar dari Islam.
Dalam Islam bila ada seorang penyihir maka dipenggal kepalanya.
– Karena dia Kufur kepada Allah, dan
– Dia mengganggu masyarakat.

Kita berharap pemerintah membuat undang2 tentang penyihir.
Karena banyak orang terganggu dengan penyihir:
– ganggu rumah tangga orang hingga bercerai,
– orang jadi su’udzon kepada orang lain,
– menyantet orang lain,
– terkadang orang sampai mati karena sihirnya.

♨️ 7. Ruqyah dengan jampi-jampi.

Ruqyah dengan menjampi-jampi menyebut nama syaiton.

(2) SYIRIK KECIL.
Orang yang meninggal dalam syirik kecil maka kemungkinan akan di ampuni, diadzab dahulu tapi tidak abadi, hanya sekadar syiriknya tersebut.

◼️ Contoh-contohnya :

♨️ 1. Riya dan Sum’ah.

– Riya adalah : agar di lihat orang lain.
》 Sedang ibadah di foto kemudian di share agar di lihat orang lain.

– Sum’ah adalah : agar di dengar orang lain.
》Habis melakukan ibadah cerita sana sini.

Ini disebut syirik kecil bukan berarti dosa kecil, tetap dosa besar.
Ini penyakit yang paling berbahaya menimpa banyak orang. Justru menimpa orang2 yang memiliki kelebihan.
Hati2 para Ustadz, para dai, para donatur, para panitia pengajian, para DKM Masjid, ketua majelis Ta’lim.
Ketika kita melakukan itu semua karena ingin dilihat orang lain, ingin diakui orang lain, dan ibadah kita tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’alaa.
“Kelihatannya sepele tapi berbahaya.”

♨️ 2. Beramal akhirat untuk mencari dunia.

Barang siapa beramal akhirat untuk mencari dunia, mendominasi niatnya utk mencari dunia, dia telah melakukan Syirik Kecil.
– Berdakwah utk mencari dunia.
– Imam untuk mencari dunia.

Dalam hadist Qudsi :
“Aku adalah Dzat yang paling tidak suka dengan syarikat, barang siapa yang melakukan amal apapun niatnya mengambil syarikat selain KU, maka tidak akan AKU terima amalnya.”

Beda antara Riya dan karena dunia.
Kalau riya banyak atau sedikit Allah langsung tolak. Allah tidak mau amalan seseorang bercampur riya sedikitpun.
Tapi kalau niatnya karena dunia, dia tidak mencari pujian tapi dia berniat mengumpulkan harta dunia.

Adapun bila niat akhiratnya mendominasi tapi dunia datang kepada dia maka itu tidak jadi masalah menurut pendapat yang paling kuat.

♨️ 3. Pakai Jimat.

Jimat hukum asalnya Syirik Kecil.
Barang siapa yang pakai jimat dan dia meyakini bahwasanya memakai jimat bisa membantunya, dia terjerumus kepada syirik kecil.
– Ada jimat utk melariskan dagangan.
– Ada jimat supaya disenangi dan disegani oleh orang.
– Ada jimat supaya menang main judi.

◆》 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ.

‘Sesungguhnya jampi, jimat dan tiwalah adalah syirik.’”

♨️ 4. Bertabarruk yang tidak Syar’i.

Seperti bertabarruk kepada kuburan2, kemudian mengusap2kan badan.

◆》 Disebutkan oleh Imam Al-Ghozali :
“Kebiasaan orang2 musyrikin bertabarruk kepada dinding-dinding kuburan, ngusap2 dinding masjid Nabawi.”

Intinya Tabarruk-tabarruk yang ada tersebar jika tidak ada dalilnya berarti dia syirik kecil.

Kenapa dia Syirik Kecil.?
“Karena dia mencari sebab untuk mencari keberkahan yang Allah tidak pernah beri sebab kedalam dzat tersebut.

Salah satu bertabarruk yang boleh kita lakukan adalah dengan:
– makan 7 butir kurma ajwad tiap pagi,
– bertabarruk dengan air zam-zam,
– bertabarruk dengan buah Zaitun.

♨️ 5. At-Tatoyyur (pamali)

Yaitu :
“Mengkaitkan nasib baik dan nasib buruk dengan sesuatu yang di lihat dan di dengar, atau dengan hewan2 tertentu.”

Contohnya :
– Angka 13 atau angka 4, tidak ada pesawat kursinya nomer 13, lift juga tidak ada lantai 13 atau 4 atau 4.
Ini semua adalah khurofat dan tidak masuk akal.
– Dengan burung hantu, kalau ada burung hantu dianggap bawa kesialan.
– Rabu pertama pada minggu pertama pada bulan tertentu adalah hari sial. Maka harus melakukan ritual tertentu utk menghilangkan keaialan tersebut. Melakukan sholat Rebu Wekasan.
-> Sudah keyakinannya syirik ditambah sholat yang bid’ah.
– Hari selasa dianggap sial karena dari nenek moyangnya terkenal sial, dan melakukan wirid tertentu.

Di Indonesia masing2 daerah punya tatoyyur sendiri2.

2️⃣ KESYIRIKAN dalam AR-RUBUBIYAH.

(1) SYIRIK AKBAR.

◼️ Contoh-contohnya:

♨️ 1. Meyakini Pencipta berbilang.

Diantaranya adalah :
1. Nasoro (Trinitas)
2. Meyakini ada 2 Tuhan (dualisme):
– Almanawiyah
– Majusi :
Mereka meyakini bahwa Tuhan Abid Cahaya adalah Qodim yg menciptakan kebaikan, sementara Tuhan yang berikutnya Dzulma yang menciptakan keburukan
– Tsanawiyah :
Ada Tuhan kebaikan, Tuhan keburukan tetapi sama2 Qodim.

♨️ 2. Meyakini alam Azali.

Ini adalah keyakinan orang2 ahli filsafat seperti Aristoteles dan diadopsi oleh Ibnu Sina dgn kawan2nya, yang dengan logikanya mereka mengatakan bahwa: “Tuhan dan Alam itu muncul bersamaan, sama2 Azali.”

Dan ini adalah kekufuran.
Karena Allah menciptakan segala sesuatu dari ada menjadi tidak ada.

Jika meyakini alam Azali berarti sifat Pencipta Allah itu hilang. Dan ini adalah kesyirikan.

♨️ 3. Meyakini Nur Muhammad Azali.

Ada hadist palsu yang mengatakan bahwasanya :
“Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam yang pertama kali Allah ciptakan adalah Muhammad”

Sebagian mereka berlebih2an.
Hadist palsu :
“Wahai Jabir, makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu yang Dia ciptakan dari cahaya-Nya.”

Kalau Nur Nabi berasal dari Allah, maka terjerumus dalam 2 kesyirikan :
1. Cahaya Allah terbagi sebagian untuk Allah sebagian untuk makhluknya.
2. Meyakini Nur tersebut Qodim, karena Nur tersebut berasal daei dzat Allah dan Allah Qodim Azali.
Dan ini Sufiah yang berlebih2an. Syirik Akbar.

♨️ 4. Ekstrim pengkhultusan berlebihan orang2 Sufi.

Contohnya :
– Mereka mengatakan bahwasanya Syekh Abdul Qodir Jaelani diberikan “Kun” oleh Allah Subhanahu wa Ta’alla”
Kalau dia bilang kun fayakun maka jadilah.
Ini kesyirikan karena tidak ada yang diberikan Kun oleh Allah, Bahkan Rasulpun tidak.
– Wali bisa mencipta, karena telah memiliki karomah yang tinggi.
◆》 Kata Imam Syafi’i :
“Tidaklah seseorang mengenal Sufi di pagi hari sebelum datang dzuhur sudah pandir.”
– Meyakini bahwa dunia dan seisinya milik Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.
– Mereka mengatakan pada sebuah syair :
“Ya Rasulullah di antara kedermawananmu adalah dunia dan akhirat.”

Mereka meyakini bahwa segalanya tercipta dari Nur Muhammad.
Alam semesta prosesnya :
– Pertama Nur Muhammad,
– dari Nur Muhammad, Allah menciptakan yang lain2,
– Allah menciptakan Arsh, Lauhul Mahfuz, Qalam, langit, bumi, Surga, manusia, alam semesta, semuanya dari Nur Muhammad.
Karena dia meyakini semuanya dari Nur Muhammad maka dia mengatakan Dunia dan Surga beserta isinya adalah dari Nur Muhammad, berarti milik Muhammad.

♨️ 5. Wahdatul Wujud

Semua Alam Semesta berasal dari Tuhan dan alam adalah Tuhan.
Sampai diantara mereka ada yang meyakini aku adalah Tuhan dan Tuhan adalah aku, sampai pada akhirnya ada yang tidak sholat.

♨️ 6. Ada pengatur selain Allah.

– Sama seperti orang meyakini bahwasanya di pantai ada Nyi roro kidul yang mengatur pantai selatan.
– Meyakini bahwa gunung tertentu ada jin yang menjaganya.
– Ada Wali yang memegang keamanan daerah tertentu, Ini kurafat.

♨️ 7. Berhukum dengan selain hukum Allah dwngan meyakini sama dengan hukum Allah.

Baik hukum Syar’i maupun hukum Qauni semua yang berhak membuat hukum cuma Allah semata melalui lisannya Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam.

Siapa yang meyakini bahwa hukum manusia sama dengan hukum Allah maka dia telah melakukan kesyirikan Ar-Rububiyah.

★》 Firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 44 :

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”
[Al-Maidah/5 : 44]

(2) SYIRIK KECIL.

◼️ Contoh-contohnya :

♨️ 1. Bersumpah dengan nama selain Allah.

◆》 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut selain nama Allah, maka sungguh dia telah kafir atau musyrik”

Contohnya dia mengatakan:
– demi Nabi
– demi Ka’bah

♨️ 2. Menyandarkan nikmat kepada selain Allah.

Contohnya :
– kalau bukan karena dokter itu mungkin sudah meninggal dunia.
– kalau bukan karena bos itu saya sudah miskin.
– kalau bukan karena polisi mungkin saya sudah di curi.

Harusnya mengatakan :
– kalau bukan karena Allah yang mengirim dokter itu mungkin saya tidak sembuh
– kalau bukan karena Allah yang mendatangkan polisi itu mungkin saya sudah kemalingan

♨️ 3. Menyatakan karena atas kehendak Allah dan kehendak sifulan atau Nabi.

Ini tidak boleh karena semua terjadi karena kehendak Allah Subhanahu wa Ta’alaa.

♨️ 4. Protes kepada Takdir Allah dengan berkata “Seandainya..”

◆》 Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجِزَنَّ , وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَ كَذَا , وَلَكِنْ قُلْ : قَدَرُ اللهِ وَ مَا شَاءَ فَعَلَ , فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”.
(HR. Muslim no. 2664)

♨️ 5. Mencela Masa dan Angin.

Tidak ada yang menciptakan Masa dan angin kecuali Allah.

◆》 Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ، بِيَدِي الأَمْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Anak Adam telah menyakiti-Ku (karena) dia suka mencela waktu (masa). Padahal Aku-lah pencipta (pengatur) masa. Aku-lah yang menggilir antara siang dan malam”.”
(HR. Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 2246)

◆》 Kata Imam Syafi’i :
“Mereka mencela masa padahal yang aib adalah pada diri kita sendiri, tidak aib bagi zaman kecuali pelaku manusia itu sendiri.”

◆》 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ

”Janganlah kamu mencaci maki angin.”

Kalau kalian melihat sesuatu yang kalian tidak suka dari angin maka berdoa,

◆》 Berikut doa saat angin kencang:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

“Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.”
(Doa ini sesuai dengan hadis sahih yakni Hadis Riwayat Abu Dawud nomor 5079 dan Ibnu Majah nomor 3727.)

♨️ 6. Keyakinan sebagian ahli filsafat bahwa penciptaan hanyalah proses perubahan.

Ini diserukan oleh orang2 jaman dahulu yang namanya penciptaan adalah kekekalan masa, dari dulu masa sudah ada dan kekal dan terjadi perubahan manusia itu karena masa itu sendiri.

3️⃣ KESYIRIKAN dalam AL-ASMA’ WA AS-SIFAT.

◼️ Contoh-contohnya :

♨️ 1. Ada yang mengetahu ilmu Ghoib selain Allah.

Diantaranya :
– Dukun
– Wali
– Rasulullah mengetahui ilmu ghoib hanya sebagian.
Diantara syair2 yang mereka baca saat Maulid :
“Diantara kedermawanan engkau wahai Muhammad yaitu dunia dan Akhirat, dan diantara ilmumu wahai Muhammad mengetahui Lauhul Mahfuz dan Pena.”
– Imam-imam orang2 Syiah tau ilmu ghoib, tau kapan mereka mati.

♨️ 2. Meyakini dukun tau ilmu Ghoib dengan berbagai macamnya.

Contohnya :
– Ada dukun yang tau ilmu Ghoib dengan melihat garis tangan.
– Dari tanda lahirnya si dukun masa depannya.
– Dengan bulan kelahiran, bintang ini itu.

★》 Firman Allah dalam QS. Al-Araf ayat 188 :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُون

“Katakanlah (wahai Muhammad):Aku tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula kuasa menolak kemadharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan andaikata aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemadharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
[al-A’râf/7: 188]

Siapa yang meyakini bahwa dukun tau masa depan maka dia telah kafir.

◆》 Disebutkan dalam hadits, Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”
(HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

♨️ 3. Meyakini wali Maha Mendengar / Maha Mengetahui.

📔 SOAL – JAWAB

1️⃣ Apakah termasuk dalam kesyirikan jika ada orang yang meninggal dibuatkan acara menyembelih sapi karena meyakini bahwa sapi tersebut akan menjadi kendaraan si mayit di akhirat.?
↪️ Jawab :
Itu khurofat, di sembelih karena Allah dia tidak syirik, tapi dia punya keyakinan yang salah, tidak ada keutamaan seperti itu.
Adapun di menyembelih sapi karena Allah dan dia sedekahkan dagingnya kepada masyarakat itu boleh.
Bahwasanya sedekah atas nama si mayit itu sampai.
Wallahu’alam bishowab.

2️⃣ Ayah saya dulu pernah punya pegangan keris, Qadarallah sudah 10 thn sakit Stroke dan terbaring terus, apakah itu karena perbuatan beliau sehingga diberi ujian oleh Allah subhanahu wa Ta’alaa, sedangkan sebagai anaknya harus berbuat seperti apa untuk meringankan ujian ayahnya.?
↪️ Jawab :
Tugas anaknya membersihkan ayahnya dari kesyirikan, karena td seseorang yg meninggal dalam keadaan bersih dari kesyirikan maka dia akan mendapatkan banyak kemuliaan.
Jelaskan kepada orang tua bahwa keyakinannya dahulu salah. Takutnya dia masih punya keinginan seperti itu.
Tapi kalau sudah bertobat Alhamdulillah.
Tapi kalau belum bertobat, jelaskan bahwasanya keris2 tersebut tidak ada manfaatnya, malah biasanya berkaitan dengan jin lainnya, itu adalah khurofat, mencari keberkahan tidak pada tempatnya dan sangat kental dengan nilai2 kesyirikan.
Apapun kondisi ketika meninggal dunia, harus punya keyakinan bahwa mati utk bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’alaa.
Wallahu’alam bishowab.

3️⃣ Suatu hari saya mendapatkan tugas membacakan suatu cerita yang bukunya ditetapkan oleh guru saya, kisahnya tentang anak kecil di gereja.
Dalam buku tersebut ada kalimat “datanglah ke tuhan yesus”, apakah dia termasuk syirik ketika dia membacakan buku itu.?
↪️ Jawab :
Tidak, karena dia sedang membacakan suatu cerita yg tertulia, menghikayatkan keyakinan orang, tapi tidak meyakininya, Insyaa Allah tidak masalah.
Wallaahu’alam bishowab.

4️⃣ Tetangga saya menyembelih ayam untuk dikelilingi darahnya ke motor barunya agar biar selamat menggunakan motor tersebut, bagaimana hukumnya jika saya memakan lauk ayam itu jika tetangga saya memberikan lauk tersebut.?
↪️ Jawab :
Kalau dia memotong ayam karena Allah, tapi niatnya utk tabarruk atau untuk agar menjaga motornya supaya aman, maka sebenarnya bercampur, sebenarnya ayam itu hukumnya halal karena dia menyembelih karena Allah.
Tapi perbuatan dia mengalirkan darah ayam itulah kesyirikan.
Saya lebih condong ayam tersebut halal, tapi kalau ragu jangan dimakan, yang penting dinasehati tetangganya tadi bahwa itu tidak benar.
Adapun hewan yang disembelih bukan karena Allah maka jadi bangkai hukumnya.
Wallahu’alam bishowab.

5️⃣ Jika orang bersalawat kepada Nabi ketika memiliki keinginan dengan harapan dikabulkan oleh Allah, apakah ini termasuk kedalam kesyirikan.?
↪️ Jawab :
Tidak karena ini adalah bertawasul, katika doa kita ingin dikabulkan diantaranya bertawasul dgn amal shaleh, sengan sholat, dengan salawat, tawasul dengan baca quran. Tidak mengapa, karena kita memang bertawasul dengan amal sholeh.
Kita bertawasul minta kepada Allah dengan banyak salawat kepada Rasulullah sahalallahu’alaihi wasallam.
Wallahu’alam bishowab.

6️⃣ Untuk mendatangkan jodoh saya diminta oleh ustadz utk Aqiqah, dan sudah saya lakukan lalu katanya jodohnya harus diberi dengan sedekah dan sayapun Alhamdulillah masih melakukan itu sampai sekarang, dan mudah2an bisa istiqomah, Tapi sampai saat ini jodoh belum kunjung datang, padahal amalan2 itu sudah saya lakukan dari bulan syawal dan kadang sayapun jadi putus asa. Apakah ini syirik Ustadz.?
↪️ Jawab :
Ini bukan syirik, tapi mengkaitkan jodoh dengan aqiqah itu butuh dalil tersendiri. Kalau Aqiqah ya aqiqah saja tidak perlu dikaitkan dengan jodoh. Begitupun sedekah, kalau sedekah ya sedekah saja jangan dikaitkan dengan jodoh, tapi meyakini bahwa dengan bersedekah akan mendatangkan jodoh ini butuh dalil khusus. Yang ada dalil khusus misalnya bersedekah utk menolak penyakit.
“Sembuhkanlah penyakit2 kalian dengam sedekah”.
Jadi amal sholeh sesuai dengan kemampuan saja, dan berdoa kepada Allah bangun malam, Ya Allah mudahkanlah aku dapat jodoh yang sholeh.
Wallahu’alam bishowab.

7️⃣ Jika seseorang mengaku Islam namun dia selalu melakukan syirik2 akbar, ketika meninggal belum bertobat. Bolehkah kita memohonkan ampunam untuknya.?
↪️ Jawab :
Ada orang yang tidak mengerti bahwa dia telah terjerumus dalam kesyirikan dan itu banyak terbukti, mereka menyangka bahwa meminta kepada penghuni kubur itu bukan kesyirikan, bahkan mereka diajari kalau ingin doa dikabulkan maka minta kepada penghuni kubur. Dan banyak yg menyebarkan syubhat tersebut.
Seandainya dulu dia melakukannya karena benar2 jahil, tapi jaman sekarang sulit kita mengatakan jahil karena sudah banyak ilmu yang tersebar.
Kita boleh berdoa kalau kita ragu, karena kita tidak tahu kondisinya seperti apa, maka kita berdoa :
“Ya Allah kalau dia muslim maka ampunilah dia, angkatlah derajatnya, ampunilah dosa2nya.”
Jadi boleh seperti itu karena kita tidak tahu akan hakekat2 dia.
Wallahu’alam bishowab.

✅ Nasehat Ustadz Firanda:
– Bahwasanya kita harus berhati-hati dengan segala macam bentuk kesyirikan,
– Tetapi juga tidak serta merta kita bermudah-mudah mengatakan ini syirik,
– Tanyalah kepada Ahli ilmu, ustadz, kalau kita khawatir maka tinggalkan,
– Adapun mengatakan ini syirik ini bukan maka perlu ditanyakam kepada Ustadz,
– Tidak sembarang kita memvonis perbuatan dikatakan syirik,
– Bisa jadi dia melakukan dosa A, dosa B tapi tidak terjatuh pada perbuatan kesyirikan.
– Sebaiknya kita berhati-hati dan segala hal yang meragukan sebaiknya kita tinggalkan.
– Semoga Allah mematikan kita dan keluarga kita di atas Tauhid yang sempurna.

📔 PENCATAT :
~ Tim Kajian Online Masjid Astra ~

Share