April 16, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Dzalimkah Suami Jika Tidak Meng-gaji Istri?

FAEDAH & NASEHAT

DZALIMKAH SUAMI JIKA TIDAK MENGGAJI ISTRI?

Ada yang mengatakan, bahwa suami itu melakukan kedzaliman jika tidak meng-gaji istrinya karena istri sudah melayaninya…
Kita katakan “tunggu akhi jangan terburu-buru menyimpulkan dan membuat pernyataan”

Perhatikanlah hadits dibawah ini beserta penjelasannya dari Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin, ana sadur dengan bebas disini dan antum bisa lihat ke Kitab At-Ta’liq ‘ala Shahihil Bukhari : 1/708 – 709…

Dari Aisyah Radhiyallahu anha beliau berkata :


كنت أغسل الجنابة من ثوب النبي صلى الله عليه وسلم ، فيخرج إلى الصلاة و إن بقع الماء في ثوبه
“Aku mencuci janabah (mani) yang mengenai pakaian Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, beliau lantas keluar untuk shalat padahal basahan air masih tampak pada pakaiannya”.
(HR Bukhari : 229)
Hadits ini menunjukkan bahwa seorang istri mencuci pakaian suami, ia berkhidmat kepada suami dengan mencucikan pakaiannya…
Sebagian ulama berpendapat tidak wajib seorang wanita untuk berkhidmat kepada suaminya, kalau ia melakukannya itu tathawwu saja bukan merupakan kewajiban, dibangun diatas hal ini jika suami tidak mendatangkan pembantu di rumah, ketika suami didalam rumah dan memerintahkan ke istrinya “buatkan makan malam”, kemudian si istri menjawab : “aku tidak akan melakukannya engkau bikin sendiri makan malammu atau pergi ke pasar, dan belikan makan malam buat kita”, maka wajib bagi suami melakukannya…

Tidak diragukan lagi bahwa perkataan ini tidak disukai bahkan oleh tabiat fitrah manusia…
Yang benar adalah wajib bagi suami istri untuk bermuamalah sesuai dengan apa yang Allah firmankan :

و عا شروهن بالمعروف
“dan pergaulilah mereka dengan cara yang ma’ruf”
(QS AnNisa : 19)
Wajibnya kembali kepada ‘urf (adat kebiasaan), karena Allah mengembalikan kita kepadanya…

Firman Allah ta’ala :

و لهن مثل الذي عليهن بالمعروف
“dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf”
(QS Albaqarah: 228)
Ayat ini juga menunjukkan kepada kita tentang kewajiban dan hak wanita dikembalikan kepada ‘urf

Aisyah Radhiyallahu anha berkhidmat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Contoh dari hal diatas :
Jika kita berada di negeri yang para istrinya tidak berkhidmat kepada para suami di rumah, atau di dapur atau berkhidmat untuk mencuci maka kita katakan, kita amalkan adat ini, dan jika (‘urfnya) kebalikan dari hal tsb maka kita katakan wajib bagi istri untuk menunaikan apa yang sudah selayaknya ditunaikan sesuai dengan adat atau ‘urfnya…
Di kita para wanita berkhidmat kepada para suami dalam membersihkan rumah, memasak, mencuci pakaian,…
Amalan para Sahabat seperti ‘urf (adat kebiasan) kita pada hari ini, sahabat Zubair memiliki kebun di luar kota Madinah, istrinya membawakan biji-bijian dari Madinah ke kebunnya di bawa diatas kepalanya, karena hal tersebut dari apa yang sesuai dengan adat kebiasaannya…
Tetapi walaupun demikian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap membantu keluarganya, beliau memperbaiki sandal dan menjahit pakaiannya …

✒ Akhukum : Abu Ya’la Kurnaedi

 

Yuk, simak Faedah & Nasehat lainnya di link berikut:
sabilulkhayr.com/category/faedah/

Share