April 16, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Hukum Uji Nyali

FATAWA

HUKUM UJI NYALI

Pertanyaan:

Bismillah.

Afwan ustad, ijin tanya.
Bolehkah bila seorang bawa kamera ke tempat angker atau hutan untuk melihat penampakan atau ikut uji nyali seperti di tv.

Syukron atas jawabannya.

Group PIS ruang 1.

Jawaban:

Bismillah.

Allah subhanahu wa taala berfirman menjelaskan status setan,

ألم اعهد اليكم يا بني أدم أن لا تعبدوا الشيطان ، إنه لكم عدو مبين
Bukankah Aku (Allah) Telah memberikan ketetapan kepada kalian wahai Bani Adam agar jangan kalian sampai menyembah setan, sesungguhnya ia (setan) itu musuh yang nyata bagi kalian.
(Qs 36 Yasin ayat 60)
Di sini Allah telah menetapkan setan sebagai musuh manusia.

Di hadits lain, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,

يا ايها الناس لا تتمنوا لقاء العدو و سلوا الله العافية ،فإذا لقيتموهم فإصبوا و اعلموا أن الجنة تحت ظلال السيوف ،ثم قال اللهم منزل الكتاب و مجري السحاب و هازم الاحزب اهزمهم و انصرنا عليهم

Wahai manusia, jangan berharap kalian bertemu dengan musuh, mohonlah kepada Allah kesejahteraan.
Namun bila kalian telah bertemu dengan musuh, bersabarlah, ketahuilah sesungguhnya surga itu di bawa naungan pedang.
Kemudian beliau berdoa, ya Allah, yang menurunkan kitab, yang menjalankan awan, yang mengalahkan musuh yang berkelompok, kalahkan mereka, dan tolong kami atas mereka.
(HR Abu Dawud no 2261 bab kitabu jihad)
Di dalam hadits ini, kaum muslimin oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam di larang untuk mencari masalah, atau membangunkan ‘macan tidur’, atau menempuh satu hal yang menjadikan dirinya dalam bahaya.

Buat apa membawa kamera untuk melihat setan, atau penampakan ?.

Umpama dia ada keinginan untuk itu, coba tidak perlu jauh, cukup arahkan kamera ke wajahnya sendiri, kemudian merenunglah, boleh jadi engkau akan mendapati ‘penampakan’.

Bila umpamanya dapat terekam atau melihat, juga keuntungannya apa ?.

Seorang muslim bukan tipe (ulo marani gepuk : mencari musuh), namun ksatria ketika bertemu musuh.

Bukan hal yang lucu, anda mencari masalah, kemudian setelah bertemu anda lari.

Dan itulah yang terjadi di sebagian besar orang orang yang ikut uji nyali atau ingin bertemu dengan setan.

Bilapun orang itu bisa kuat bertemu, boleh jadi ia telah ‘bersahabat lama’ dengan setan.

Kedua sikap ini buruk, bukan jalan salaf, dan bukan jalan orang orang yang menginginkan kelurusan jiwa.

Semoga Allah memberikan keberkahan umur dan waktu untuk kita semua, sehingga tidak terbuang sia sia.

__🖋️Dijawab oleh: ustad abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

 

 

Share