Mei 14, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Hukum Agunan (Gadai)

MUAMALAH

HUKUM AGUNAN (GADAI)

ustadz abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

 

Sebagian penuntut ilmu bertanya kepada kami untuk menjelaskan kedudukan Rahn (agunan atau bisa disebut gadai).

Kami (abu abd rahman) katakan, hendaknya penyebutan terkait gadai diganti dengan agunan atau jaminan.

Karena hal ini adalah penyamaran makna, dan memperhalus istilah, yakni seorang yang hutang kemudian menyerahkan jaminan, kemudian di istilahkan dengan gadai.

Tidak ada gadai, kecuali setelah adanya pinjaman.

Allah subhanahu wa taala berfirman,

و إن كنتم على سفر و لم تجدوا كاتباً فرهان مقبوضة.

Dan sekiranya kalian safar kemudian bertransaksi tidak secara tunai (hutang) dan tidak menemukan seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang di berikan.

(QS Al Baqarah ayat 283)

Rahn secara bahasa bermakna : pemenjaraan atau tertawan.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala,

كل نفس بما كسبت رهينة.

Setiap jiwa tertawan oleh apa yang di perbuatannya.

(QS Al Mudatsir 38)

Secara syar’i, kata rahn bermakna, satu hal yang di jadikan sebagai jaminan atas hutang yang di pinjam, dan bisa berfungsi sebagai pelunasan saat tidak sanggup membayar.

Hukum agunan atau jaminan hutang boleh.

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwasanya beliau menceritakan terkait Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berhutang kepada Yahudi,

أن النبي صلى الله عليه وسلم إشترى من يهودى طعاما الى اجل فرهنه درعه.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berjual beli dengan Yahudi makanan secara hutang tempo, dan beliau mengadaikan baju zirah nya.

(HR Bukhari Muslim)

Namun wajib seorang untuk memperhatikan syarat secara umum terkait jaminan hutang (gadai), dan ini juga kaidah umum terkait hutang, baik dengan jaminan atau tidak,

كل قرد جر نفعاً فهو ربا.

Setiap hutang yang membawa manfaat bagi yang menghutangi adalah riba.

Inilah syarat umum terkait hukum seputar gadai (hutang dengan agunan atau jaminan).

Semoga Allah memberikan pemahaman terkait hal ini sehingga dapat di fahami.

 

Sidoarjo, bada maghrib.

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb nya.

___

Share