Mei 18, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Hukum Wakil Membeli dari Dirinya Sendiri

Fatawa:

Hukum wakil membeli dari dirinya sendiri

 

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Afwan ustadz ada titipan pertanyaan

Bismillaah
Izin bertanya ustadz..
Bagaimana hukumnya seorang pedagang mengiklankan donasi misal Al Qur’an untuk pesantren A , dengan menawarkan dagangannya yaitu Al Qur’an, agar para muhsinin membeli dagangannya untuk wakaf, dari hal ini pedagang mendapatkan untung dengan penjualan untuk donasi tersebut
Bagaimana penghasilan atau hukum nya.

Jazaakumullahu khayran wa barakallahu fiikum.

 

Jawaban:

Waalaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Bismillah.

Pertanyaan ini sama dengan pertanyaan terkait nasi bungkus yang lagi viral.

Perdebatan ulama terkait ini adalah pada aqad wakil merangkap penjualan dan membeli dari dirinya sendiri.

Inilah yang menjadi sumber permasalahan.

Jumhur ulama melarang karena tidak boleh wakil membeli dari dirinya sendiri dengan mendapatkan keuntungan.

Dan inilah madzhab Syafi’i.

Sedangkan ulama lain membolehkan dengan syarat adanya ijin dari pemberi amanah, bila ada ijin, dan tidak ada khawatir adanya pembicaraan orang lain bahwa kita berkolusi dengan amanah, silahkan.

Namun lebih baik, wakil membeli kepada pihak ke tiga saja, agar tidak terjadi fitnah.

Umpama satu yayasan sosial menerima donasi Al Qur’an atau nasi bungkus, kemudian ketua yayasan itu, melihat siapa diantara orang yang mereka kenal (umpama seorang yang di anggap bisa masak ataupun orang yang butuh) atau toko, pesan ke mereka, sehingga aqad bukan dua pihak, namun tiga pihak,

Pemberi amanah, wakil, baru penjual yang wakil membeli barang dari mereka.

Dengan skema ini, maka tidak ada khilaf ulama.

 

di jawab oleh ustad abu abd rahman bin muhammad suud al atsary.

Share