April 16, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Kamu Bukan Salafy!!!!

•━━━❅❀📕📘❀❅━━━•
M A N H A J
•━━━❅❀📕📘❀❅━━━•

🚫 KAMU BUKAN SALAFY!!!! 🚫

 

📝 Kaidah-kaidah memasukkan dan mengeluarkan orang dari wilayah Sunnah.

عن إبن مسعود رضي الله عنه قال ،

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ،

سباب المسلم فسوق ، و قتاله كفر .

👤 Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Mencela kehormatan seorang Muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”.

📗 (HR Bukhari Muslim (Muttafaqun ‘Alaihi).

👤 Berkata Imam An-Nawawi rahimahullahu ta’ala,

As-Saab adalah mencela (menjatuhkan) dan membicarakan tentang kehormatan seorang Muslim dengan satu kejelekan (yang dia tidak berhak untuk dijatuhkan), sedangkan al-fisq bermakna mengeluarkan seseorang dari ketaatan”.

Dari hadits yang mulia ini, ada kaidah yang besar terkait kehormatan dan kemuliaan seorang Muslim.

📛 Tidak boleh seorang Muslim dijatuhkan kehormatannya tanpa hak, terlebih terkait permasalahan yang besar yakni memasukkan seorang dalam lingkup Sunnah ataupun mengeluarkan seorang dari Sunnah (Manhaj Salaf).

Hari ini banyak kita saksikan dua bentuk keburukan (fitnah), baik di kalangan da’i dan terlebih penuntut ilmu, yakni dua sikap ekstrim, yakni sikap bermudah-mudahan, baik mudah menghukumi seorang sebagai Salafy dan bermudah-mudahan dalam mengeluarkan seorang dari wilayah Salafy.

Bagaimana seharusnya kita bersikap dalam melihat permasalahan penting ini.

Dalam tulisan ini, kami ingin menyampaikan beberapa kaidah terkait dengan bagaimana melihat dan menghukumi serta memvonis seseorang, baik dalam memasukkan dan menilai bahwa seorang itu Salafy, ataupun mengeluarkan seorang dari Manhaj Salaf ini.

Semoga Allah ﷻ memberikan kepada kita semua, keadilan bersikap, dan hendaknya kita tidak membawa perasaan dalam hal aqidah dan manhaj.

1️⃣ Islam adalah apa yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang diamalkan dan dipahami oleh para Shahabat radhiyallahu ‘anhum, yang tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, kecuali telah disempurnakan agama ini oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta Allah ﷻ dan Beliau ﷺ telah ridha dengan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum.

2️⃣ Seluruh bid’ah dalam masalah agama adalah sesat, permasalahan ini telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat Beliau ﷺ hidup.

Tidak ada celah (hak) lagi bagi seorang untuk menambah dan mengurangi ataupun menyusupkan pemahaman lain selain Islam yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan apa yang dipahami oleh Shahabat radhiyallahu ‘anhum.

3️⃣ Manhaj Salaf adalah ajaran Islam itu sendiri, dan tidak mengapa seorang menisbatkan dirinya kepada manhaj yang mulia ini.

4️⃣ Manhaj Salaf itu adalah pemahaman, bukan sekedar dinilai dari tampilan, meskipun tetap mengharuskan hal itu (tampilan juga diperhatikan).

Berapa banyak orang yang berpenampilan zhahir secara Sunnah, namun mereka bukan Ahlus Sunnah dalam pemahaman.

Ataupun menilai kesalafyan seseorang atau bukannya, tidak dinilai dari kebersamaan dengan orang tertentu, yayasan tertentu, ataupun media-media tertentu, pondok tertentu, tempat kajian tertentu, atau ngaji kepada individu tertentu.

Ataupun menentukan Salafy bukan karena di bawah wilayahnya, ataupun golongannya, dan yang selain golongannya bukan Salafy.

📍 Namun murni, Salafy ataupun bukan, dinilai dari manhaj dan pemahaman.

🚫 Menilai dengan selain karena Manhaj dan pemahamannya, maka hal ini adalah bentuk hizbiyah murni.

5️⃣ Ada dua bentuk keekstriman yang kami (Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud) sudah sampaikan di awal yang kita saksikan hari ini.

Yakni bermudah-mudahan seseorang menyebut ataupun memasukkan orang lain sebagai Salafy, meskipun mereka tidak beraqidah dengan aqidah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Shahabat radhiyallahu ‘anhum, dan tidak bermanhaj dengan manhaj mereka (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan shahabat radhiyallahu ‘anhum) bahkan mereka menunjukkan sikap yang menentang Sunnah ataupun meremehkan.

Contoh: mereka (sebagaimana yang sudah kami jelaskan di atas), dinilai Salafy, karena hanya menggunakan jubah, berjenggot, tidak isbal, ataupun karena disebut Syaikh maupun da’i yang viral di media.

Kedua, sikap bermudah-mudahan mengeluarkan seseorang dari wilayah Sunnah dan Salafy, seorang yang dikenal dengan kesalafyannya, dengan satu hal yang tidak dijadikan ulama sebagai hal yang bisa mengeluarkan seorang tersebut dari wilayah Sunnah dan Salafy.

Contoh: seorang yang dikenal sebagai Salafy, kemudian ia tergelincir dengan satu kesalahan (boleh jadi juga bukan sebuah kesalahan) yang bukan dalam hal aqidah ataupun manhaj, kemudian serta-merta mereka dicela dengan sebutan,

Kamu bukan Salafy!!!

Dan hari ini, musibah besar ini telah kita saksikan.

Bertebarannya majelis-majelis ghibah (bukan majelis ilmu), para penuntut ilmu melebihi gurunya dalam memvonis, dan berbicara melebihi haknya bahkan membicarakan (baca: memakan bangkai) para penuntut ilmu lainnya, dan juga tidak selamat para da’i dari sikap mereka, dengan bermudah-mudahan menghukumi seorang bukan Salafy.

Sehingga kita temukan, penuntut ilmu awam, yang mereka belum paham aqidah, Manhaj dan bagaimana beribadah dengan baik, namun lisannya begitu mudah untuk menjatuhkan kehormatan seorang da’i, mengomentari mereka (dengan celaan) maupun membicarakan penuntut ilmu lainnya.Kamu

6️⃣ Seorang yang dikenal bid’ahnya, dan menyeru manusia kepadanya, maka dihukumi sebagai ahlul bid’ah, dan tidak dipuji kebaikannya.

Dan seorang yang dikenal sebagai Ahlus Sunnah (Salafy), maka tidak bisa dikeluarkan dari wilayah Sunnah, hanya karena satu ataupun dua kesalahan (bila itu adalah kesalahan ataupun yang dianggap kesalahan), yang hal itu bukan prinsip, baik dalam aqidah maupun manhaj ataupun bagian dari kaidah yang digunakan para ulama untuk mengeluarkan seorang dari wilayah Sunnah.

7️⃣ Menghukumi baik terkait jarh wa ta’dil (rekomendasi), hajr, menjauhi Ahlul bid’ah, kehormatan seseorang, memasukkan dan mengeluarkan seseorang dari wilayah Sunnah, boleh saja selama terpenuhinya dasar, hujjah, maupun alasan.

Bukan tidak boleh, kita membicarakan tentang kehormatan seorang, baik merekomendasikan maupun memperingatkan dari mereka, selama kita memiliki hujjah dan alasan syar’i.

Namun tidak boleh juga terlalu lebar, sehingga menilai seorang hanya dengan perasaan maupun hawa nafsu, sehingga kesimpulan dan vonisnya keluar dari kebenaran.

8️⃣ Mengeluarkan seseorang ataupun memasukkan seseorang dari wilayah Sunnah dan Salafy, adalah wilayah besar (risiko dan konsekuensinya) dan berat (permasalahannya), maka hendaklah seseorang berhati-hati terkait kehormatan seorang Muslim.

Tidak boleh seseorang menjatuhkan kehormatan seorang Muslim tanpa hak.

Seseorang yang menjatuhkan kehormatan seorang Muslim tanpa hak, maka telah ada pada dirinya sifat-sifat kesombongan (meskipun tidak ditampakkan) .

Karena saat seseorang menjatuhkan (orang lain), maka di saat itu ia meninggikan (dirinya).

Dan kesombongan adalah keburukan, dan kesombongan mengharuskan terkumpul pada diri pemiliknya dua keburukan, yaitu bangga dengan amal (diri)nya, dan merendahkan manusia.

9️⃣ Hendaknya seseorang senantiasa mencari sebab-sebab hidayah, dan menghilangkan dari dirinya kesombongan, dan mengharapkan orang lain untuk mendapatkan hidayah Allah ﷻ, sebagaimana dirinya mendapatkan hidayah.

Kemudian, ia berusaha untuk memperbaiki niat dan dirinya, sehingga waktu dirinya tidak terbuang untuk melihat keburukan orang lain terlebih bila orang lain itu adalah sesama Muslim dan Salafy.

Tidak menghabiskan umur hanya untuk menghukumi dan mengomentari orang lain, terlebih bila tidak punya hak untuk menilai orang lain.

Ingatlah pesan pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkait pesan di atas.

📌 Orang yang baik adalah yang meluruskan dan menutupi (kesalahan), sedangkan orang fajir, adalah orang yang suka cita dengan ketergelinciran orang lain dan mengungkap keburukan. 📌

Semoga Allah ﷻ memberikan kejujuran niat dan istiqamah.

Sidoarjo, menjelang Maghrib.

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-nya.

✍ Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary حفظه الله تعالى.

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

Donasi Pulsa SKAI ke nomor 082135717823.

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

Share