Mei 13, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Hukum Meminta Untuk Dikuburkan Berdampingan Baik dengan Orang Shalih Maupun Keluarga

┏━🍃🍂━━━━━━━━┓
F A T A W A
┗━━━━━━━━🍂🍃━┛

 

HUKUM MEMINTA UNTUK DIKUBURKAN BERDAMPINGAN BAIK DENGAN ORANG SHALIH MAUPUN KELUARGA

و عن هشام عن أبيه أن عمر ارسل إلى عائشة ائذن لي أن ادفن مع صاحبي (رسول الله صلى الله عليه وسلم)

فقالت إي و الله

قال و كان الرجل إذا ارسل إليها من الصحابة فقالت لا و الله لا اوثرهم بأحد أبداً.

“Dari Hisyam dari bapaknya, bahwasanya Umar radhiyallahu ‘anhu pernah mengutus utusan kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berisi permohonan,

“Berikanlah izin untukku, agar saat kematianku, aku dapat dikubur bersama (di samping) Shahabatku (Rasulullah ﷺ)”.

Dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

“Dalam diriku, sebenarnya, wallah (aku ingin dikubur di tempat itu, namun Beliau ﷺ memberikan haknya kepada Umar radhiyallahu ‘anhu)”.

Rawi berkata,

“Adalah sebelum-sebelumnya, bila ada Shahabat radhiyallahu ‘anum yang mengutus utusan untuk meminta izin, maka beliau (‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) berkata, “Tidak, demi Allah, tidak akan aku lebih mengutamakan diriku dari orang lain untuk menempati tempat itu selamanya”.
📗 (HR Bukhari No. 6783).

Hadits yang mulia ini sungguh mengharukan.

👥 Bagaimana keteladanan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum kepada sesama mereka yang saling memberikan udzur dan hak mereka kepada saudaranya.

Kedua, hadits ini terkait hukum yang akan kita bicarakan, yakni bolehkah seorang meminta dikubur berdampingan dengan keluarga atau teman dekat.

Setiap kita pasti akan menemui kematian, sebagai kepastian bagi setiap makhluk.

Kadang karena kedekatan emosional dan hati, beberapa orang, mereka berpesan untuk dikuburkan berdampingan dengan orang-orang yang mereka cintai, baik orang tua, pasangan hidup, keluarga, ataupun orang shalih.

Apakah hal ini diperbolehkan?

Jawab:

Sebelum kami (Abu Abd Rahman) jawab, maka kami akan menyampaikan bahwasanya dalam hal ini ada rincian yang harus dirincikan.

1️⃣ Mengubur jenazah hukum asalnya adalah di pekuburan kaum Muslimin. Tidak ada kekhususan tempat untuk menguburkan jenazah, kecuali di pekuburan kaum Muslimin, inilah yang dilaksanakan Salaf dan kaum Muslimin sampai hari ini.

2️⃣ Dimakruhkan untuk menguburkan seseorang secara sendiri (khusus), baik di pekarangan rumah ataupun di rumah, atau tempat khusus, dan inilah pendapat yang kuat, dan inilah pendapat Hanafiyah dan Syafi’iyah seperti Imam An-Nawawi rahimahullahu ta’ala

Dan demikianlah yang dilakukan Salaf, mereka menguburkan jenazah Shahabat radhiyallahu ‘anhum, keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan para ulama di pekuburan kaum Muslimin.

3️⃣ Adanya larangan mengubur beberapa jenazah dalam satu liang, kecuali adanya udzur seperti peperangan, bencana alam, dan kondisi yang membutuhkan.

(و لا يدفن اثنان) ابتداء (في قبر واحد) بل يفرد كل ميت.

“Tidak boleh mengubur dua mayit dalam satu lubang, namun hendaknya setiap mayit sendiri-sendiri kuburannya (saat kondisi wajar)”.

4️⃣ Bolehnya seorang berpesan, untuk dikuburkan berdampingan dengan keluarga atau orang yang dekat dengannya semasa hidupnya.

و لا ينبغي التخصيص بالثلاثة لو كان بقرب مقابر اهل الصلاح و الخير فالحكم كذلك لأن الشخص يقصد الجار الحسن.

“Dan tidak seyogyanya (hanya) menentukan tiga tempat (untuk berharap mati dan dikubur di sana, yakni Makkah, Madinah, Baitul Maqdis), sehingga seandainya ia dikubur di dekat makam orang yang dianggap shalih, maka hukumnya sedemikian juga (boleh), sebab seorang mengharapkan bertetangga dan berdekatan dengan orang baik”.
📗 (Nihayah Al Muhtaj 3/38).

👤 Sebagaimana riwayat Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Beliau ﷺ meminta izin kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, agar diijinkan untuk dimakamkan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu.

Namun dengan dipenuhinya beberapa syarat, yaitu:

✒️ Tidak dikuburkan di kuburan keramat yang ada praktik kesyirikan.

👤 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu ta’ala menjawab terkait orang yang dikuburkan, kemudian dipindah sesuai wasiatnya semasa hidup, agar dikuburkan berdampingan dengan orang yang dianggap baik.

Beliau berkata,

“Boleh jadi, tempat yang dimaksud adalah tempat yang di dalamnya dipersekutukan Allah ﷻ dengan selain-Nya (orang shalih, seperti kuburan keramat), maka wasiat seperti ini tidak boleh dilaksanakan, dan ia tetap dikubur di kuburan kaum Muslimin”.

✒️ Tidak memberatkan keluarga.

Boleh saja, seorang berwasiat untuk dikuburkan berdampingan dengan orang yang dekat dengannya, namun dengan syarat tidak membebani keluarga (ahli waris) seperti tempat yang jauh, sulitnya medan untuk ditempuh, sehingga mengeluarkan biaya besar.

Bila tidak bisa dipenuhi karena kesulitan tersebut, maka tetap ia dikuburkan di pekuburan kaum Muslimin dan bumi seluruhnya adalah milik Allah ﷻ.

✒️ Dikuburkan berdampingan, bukan dikuburkan satu liang

Dan tetap secara umum dikuburkan di pekuburan kaum Muslimin.

Bila semua syarat itu dipenuhi, boleh bagi seorang untuk meminta dikuburkan berdampingan dengan orang-orang yang dekat dengannya.

📍 Namun tetap diutamakan, seorang Muslim dikubur secara wajar di pekuburan kaum Muslimin tanpa syarat tertentu, yang dekat dengan kematian, dan diselenggarakan jenazahnya secara Sunnah, dan ini yang lebih utama dan bermanfaat.

Dari sekadar dikuburkan berdampingan dengan orang yang shalih, namun amal mereka berbeda (tidak shalih).

 

📚 Maraji’:

Ahkamu Janaiz oleh Syaikh Al Albani.
Ahkamu Janaiz oleh Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud terbitan Baitul Mal As-Saba.
Maj’mu Fatawa Syaikh Utsaimin.
Syarah Bukhari.
Syarah Muslim oleh An-Nawawi.
Syarah Abi Syuja.
Fiqih Sunnah
Ar Ruh
Ahwalul Qunut
Tadzkirah Al Qurtubi.
– dll.

Sidoarjo, waktu Dhuha.
Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-nya.

✍🏻 Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary حفظه الله تعالى.

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

Donasi Pulsa SKAI ke nomor 082135717823.

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

Share