April 15, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Cinta Nenek Moyang Antara Tercela dan Terpuji

🍃🍂 NENEK MOYANG 🍂🍃

🥀🥀 CINTA NENEK MOYANG ANTARA TERCELA DAN TERPUJI

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menjelaskan kondisi buruk dan mencela apa yang ada pada diri orang-orang musyrik ketika mereka membela keyakinan mereka bahwa yang mereka ikuti adalah ajaran nenek moyang mereka. Dan menolak apa yang dibawa para Rasul, mereka berargumen:

وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَا لُوْا بَلْ نَـتَّبِعُ مَاۤ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَا نَ اٰبَآ ؤُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ شَيْئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ

“Dan ketika dikatakan kepada mereka, ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab, tidak. Bahkan kami akan tetap mengikuti apa yang kami dapati dari apa yang dilakukan oleh nenek moyang kami. Padahal, nenek moyang mereka itu adalah orang-orang tidak berakal sedikitpun dan tidak juga mendapat petunjuk”.
📚 (QS Al-Baqarah: 170).

👤 Berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala,

“Jika dikatakan pada orang-orang musyrik itu, ikutilah apa yang diturunkan Allah ï·» kepada Rasul-Nya (berupa Islam dan syari’atnya) dan tinggalkan kesesatan serta kebodohan yang telah menyelimuti diri kalian. Mereka menjawab,

“Tidak akan, tetap kami akan mengikuti apa yang telah kami dapat dari nenek moyang kami, berupa penyembahan pada berhala (dan semua jenisnya) dan membuat sekutu-sekutu bagi-Nya”.
📚 (Tafsir Ibnu Katsir 2/170).

👤 Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nasir bin Abdillah As-Sady rahimahullahu ta’ala,

“Mereka merasa cukup dengan mengikuti agama nenek moyangnya, mereka tidak butuh beriman kepada risalah para Nabi. Padahal nenek moyang mereka itu adalah golongan yang paling bodoh dan paling sesat. Syubhat (yang digunakan menolak dakwah para Rasul ini) sangat lemah untuk menolak kebenaran. Ini semua adalah tanda (menyingkap hal yang sebenarnya) tentang berpalingnya mereka dari kebenaran dan kebencian yang sangat terhadapnya. Serta tidak adanya sikap adil pada diri mereka, sekiranya mereka (layak) diberikan hidayah dan memiliki tekad yang tulus, pastilah kebenaran itu yang menjadi tujuan”.
📚 (Tafsir Karimir Rahman fi Tafsir Kalami Manan Surah 2/170).

👥 Kami (Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud) katakan:

“Sebab utama mengapa mereka menolak dakwah para Rasul ï·º dan beralasan penolakan mereka karena mengikuti nenek moyang. Jawabannya ada tiga hal utama (masih banyak hal dan faktor lain):

1️⃣ Bodohnya mereka pada karakter agama Islam
2️⃣ Besarnya dan begitu kuat mengakar kecintaan pada nenek moyang sehingga mereka menganggap bahwa meninggalkan ajaran nenek moyang berarti durhaka pada mereka
3️⃣ (Yang sebenarnya) menyingkap kebusukan hati mereka bahwa mereka tidak menyukai beriman kepada Allah ï·», dan mentauhidkan-Nya. Dan kecintaan pada sesembahan selain Allah ï·» dan ritual-ritual adat selama ini”.

♨️ Dengan semua itu, mereka lebih memilih jalan kesesatan (kesyirikan) dan menolak jalan yang lurus (Islam).

💔 Kecintaan semacam ini pada nenek moyang tidaklah bermanfaat. Bahkan hal ini adalah jalan kesesatan, penyimpangan, dan kesengsaraan di dua negeri, dunia dan akhirat. Juga kecintaan semacam ini pada nenek moyang adalah kecintaan yang tercela.

✒️ Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary حفظه الله تعالى.

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

Donasi Pulsa SKAI ke nomor 082135717823.

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

Share