April 15, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Bagaimana Hukum Ziarah Khusus Jelang Ramadhan (Nyekar) ?

BAGAIMANA HUKUM ZIARAH KHUSUS JELANG RAMADHAN (NYEKAR) ❓❓

 

Bagaimanakah hukum tradisi ziarah kubur (nyekar) sebelum Ramadhan?

Hal itu tidak ada ajaran dan tuntunannya.

Dan masih banyak amalan lain yang lebih bermanfaat.

Lagi pula, kasihan sudah pergi jauh-jauh dengan niatan baik, tapi tidak diterima Allah ﷻ. Yang mengatakan tidak diterima bukan kita. Tapi Rasulullah ﷺ.

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Siapa beramal yg ga ada ajarannya dari Nabi ﷺ , DITOLAK”.

 

📛 Bahkan kalau meyakini kita tidak nyekar ada “sesuatu” maka kita berdosa, karena meyakini sesuatu yang tidak ada dalilnya.

Kalau dia meyakini bahwa Allah ﷻ yang akan memberikan bala lantaran perbuatannya meninggalkan nyekar, maka ini syirik kecil dan maksiat besar.

♨️ Kalau dia meyakini orang yang meninggal itu bisa memberi bala, maka dia telah jatuh kepada SYIRIK BESAR.

Tapi dalam kasus ini jika bapak/Ibu sudah tua, sudah diberitahu masih ngeyel misalnya, lalu bersikeras jalan sendiri yang memiliki potensi madharat/bahaya, maka silakan diantar dengan tetap mengingkari dan niat sekedar ziarah kubur bin nyekar.

 

➡️ Niat ziarah kubur BUKAN nyekar.

Terlepas dari adanya khilaf antara yang melarang wanita ziarah kubur secara mutlak dan ini pendapat mayoritas ulama Najd, sebagian memakruhkan dan sebagian membolehkan sebagaimana hadits Nabi ﷺ :

كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها تذكركم الآخرة

“Dulu saya melarang kalian ziarah kubur, namun sekarang ziarahlah karena ziarah kubur itu mengingatkan akhirat”.

Dalam riwayat lain mengingatkan kematian.

Jadi, ziarah kubur itu tidak dilakukan kecuali untuk mengingat kematian (akhirat), mengucapkan salam kepada penghuni kuburan dan mendo’akannya.

Dan juga ziarah kubur itu bebas kapan saja.

Tapi tidak boleh:

Mengkhususkan waktu tertentu yang tidak ada dalilnya, semisal menjelang Ramadhan atau ketika lebaran
Dengan cara-cara tertentu baik dengan bacaan, shalawatan, dll yang tidak ada tuntunannya
Membaca Al-Qur’an di kuburan
Tidak boleh safar atau bepergian jauh (syaddu Rihal) dengan tujuan ziarah kubur. Misal, kita datang jauh-jauh ke Surabaya misalnya bertujuan ziarah kubur. Ini haram hukumnya.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ :

لا تشد الرحال الا لثلاثة مساجد

“Janganlah kalian bepergian jauh untuk ibadah kecuali ke 3 masjid saja, yaitu:

🕌 Masjid Nabawi
🕌 Masjidil Haram
🕌 Masjidil Aqsha

📛 Makanya orang-orang yang ziarah ke makam, masjid, atau semisalnya dengan slogan wisata reliji, itu semua tidak boleh alias haram alias bid’ah dan dapat membuka pintu kesyirikan.

Wallahu a’lam.

Semoga bisa membantu.

✍ Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى.
@abinyasalma

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

 

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

Donasi Pulsa SKAI ke nomor 082135717823.

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

 

Share