April 15, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Aqidah Islamiyah (Bagian 35) : SYARAT-SYARAT لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ

📚✒️━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
🔰 KELAS AQIDAH ISLAMIYAH SKAI 🔰
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━✒️📚━┛

 

📚 AQIDAH ISLAMIYAH (BAGIAN 35)

🏵️ SYARAT-SYARAT لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ

 

5️⃣ Jujur dan Tidak Dusta

Maksudnya jujur dari hatinya dan apa yang diucapkan oleh lisannya sesuai dengan hati, apabila seseorang yang mengucapkan dengan lisannya berbeda dengan hatinya, maka dia adalah orang munafik, Allah Ta’ala berfirman tentang sifat orang munafik:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman”.
📚 (QS Al-Baqarah: 8).

Allah Ta’ala berfirman:

الم( ١) أ حسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون( ٢) ولقد فتنا الذين من قبلهم فليعلمن الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين( ٣)

“Alif lam mim, apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, kami telah beriman dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”.
📚 (QS Al-Ankabut: 1-3).

Orang-orang munafik adalah orang-orang yang di hatinya ada penyakit nifak. Dan pengingkaran mereka adalah manusia yang paling dusta dan tempat mereka kelak adalah kerak neraka Jahannam.

Berbeda dengan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka adalah orang yang jujur dan benar dalam keimanan mereka, mereka orang-orang yang mendapatkan pujian dari Allah ﷻ, orang-orang shadiq dan yang pertama dari mereka adalah As-Siddiq Al-Akbar yaitu Abu Bakar Sidiq radhiyallahu ‘anhu, semoga kita dapat meneladani para Shahabat Nabi ﷺ, karena masalah keimanan adalah masalah yang besar, karena dengan keimanan Allah ﷻ angkat derajat seseorang.

Perhatikan keimanan yang kuat dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

“Ketika Nabi ﷺ diperjalankan ke Masjidil Aqsha, maka orang-orang pun mulai memperbincangkannya. Sebagian orang yang sebelumnya beriman dan membenarkannya menjadi murtad, mereka pun datang menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu seraya berkata:

هَلْ لَكَ إِلَى صَاحِبِكَ يَزْعَمُ أَسْرَى بِهِ اللَّيْلَةَ إِلَى بَيْتِ المَقْدِسِ ؟

“Apakah engkau mengetahui kalau temanmu mengaku melakukan perjalanan pada malam hari ke Baitul Maqdis?”

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bertanya,

أَوْ قَالَ ذَلِكَ ؟

“Apakah ia mengatakan seperti itu?” “Iya”, jawabnya.

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata:

لَئِنْ كَانَ قَالَ ذَلِكَ لَقَدْ صَدَقَ

“Andai ia memang mengatakan seperti itu sungguh ia benar”.

Mereka berkata:

أَوْ تُصَدِّقُهُ أَنَّهُ ذَهَبَ اللَّيْلَةَ إِلَى بَيْتِ المَقْدِسِ وَ جَاءَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ؟

“Apakah engkau mempercayainya bahwa ia pergi semalaman ke Baitul Maqdis dan sudah kembali pada pagi harinya?”

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menjawab:

نَعَمْ إِنِّي لَأُصَدِّقُهُ فِيْمَا هُوَ أَبْعَدُ مِنْ ذَلِكَ أُصَدِّقُهُ بِخَبَرِ السَّمَاءِ فِي غَدْوَةٍ أَوْ رَوْحَةٍ

“Ya, bahkan aku membenarkannya yang lebih jauh dari itu. Aku percaya tentang wahyu langit yang turun pagi dan petang”.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

فَلِذَلِكَ سُمِّيَ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ

“Itulah mengapa beliau dinamakan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu orang yang membenarkannya”.
📗 (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 3:65. Al-Hafizh Adz-Dzahabi dalam At-Talkhish mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Oleh karena itu, kalau kita ingin mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah ﷻ maka perbaiki iman, hati dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

ما من أحد يشهد أن لا إله إلا الله و أن محمدا عبده و رسوله صدقا من قلبه إلا حرمه الله على النار

“Tidak ada seorang pun yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah ﷻ. dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan Rasul-Nya benar jujur dari hatinya melainkan Allah ﷻ haramkan neraka baginya”.
📗 (HR Bukhari: 128, Muslim: 32).

Oleh karena itu, orang-orang munafik pakaiannya sama dengan kaum Muslimin dan mereka juga shalat bersama dengan kaum Muslimin, tapi kalimat لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ tidak bermanfaat buat mereka.
Dan Allah ﷻ mengatakan tentang orang munafik, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِيْنَ فِيْ الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan engkau tidak akan menjumpai seorang penolong pun bagi mereka”.
📚 (QS An-Nisa’: 145).

 

6️⃣ Ikhlas Dan Tidak Syirik

Maksudnya kita bersihkan dan sucikan niat dan amalan kita dari kesyirikan.

Allah Ta’ala berfirman,

فَٱعْبُدِ ٱلله مُخْلِصًۭا لَّهُ ٱلدِّينَ

“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”.
📚 (QS Az-Zumar: 2).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

أسعد الناس بشفاعتي يوم القيامة من قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه

“Manusia yang paling bahagia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan لا إله إلا الله ikhlas dari hatinya”.
📗 (HR Bukhari: 99).

 

7️⃣ Cinta Tidak Benci

Maksudnya wajib orang Muslim mencintai kalimat:

لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ.

Dan mengikuti apa yang ditunjuki oleh kalimat ini serta berpegang dengan syarat-syaratnya dan membenci pembatal-pembatalnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًۭا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لله..

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah”.
📚 (QS Al-Baqarah: 165).

Dan Allah Ta’ala berfiman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱلله فَأَحْبَطَ أَعْمَـٰلَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka”.
📚 (QS Muhammad: 9).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله و رسوله أحب إليه مما سواهما، و أن يحب المرء لا يحبه إلا لله ، وأ يكره أن يعود في الكفر بعد إذ أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النار

“Ada tiga perkara yang apabila ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu:

(1) Barang siapa yang Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ lebih ia cintai dari keduanya
(2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah ﷻ
(3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah ﷻ menyelamatkannya sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api neraka”.
📗 (HR. Bukhari: 16, Muslim: 43).

Kita wajib mencintai kalimat ini dan apa yang ditunjuki olehnya karenanya apabila ada seseorang melakukan shalat namun ia benci dengan shalat, maka hancur shalat tersebut atau seseorang yang melakukan ibadah puasa namun ia benci dengan puasa, maka Allah ﷻ hancurkan puasanya dan Allah ﷻ tidak menerimanya, kita tidak boleh membenci syari’at Allah ﷻ. Sekali lagi kita harus mencintai kalimat لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ dan apa yang ditunjuki oleh kalimat لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ.

 

8️⃣ Kufur Terhadap Thaghut

Thaghut adalah seluruh yang diibadahi atau disembah selain Allah ﷻ dan ia ridha dengannya.

Allah Ta’ala berfirman:

لا إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّۚ فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
📚 (QS Al-Baqarah: 256).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

من قال لا إله إلا الله و كفر بما يعبد من دون الله حرم ماله و دمه و حسابه على الله

“Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله, dan kufur terhadap apa yang disembah dari selain Allah ﷻ maka haramlah harta dan darahnya dan hisabnya atas Allah ﷻ “.
📗 (HR. Muslim: 23).

Semoga bermanfaat.

•┈••┈••┈• 🍃 BERSAMBUNG 🍃 •┈••┈••┈•

 

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. حفظه الله تعالى.

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

Donasi Pulsa SKAI ke nomor 082135717823.

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

Share