Mei 17, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Hukum Makan dan Minum (Sahur) Setelah Adzan

✧══════•❁❀❁•══════✧
✨ FATWA RAMADHAN ✨
✧══════•❁❀❁•══════✧

 

🍽️ HUKUM MAKAN DAN MINUM (SAHUR) SETELAH ADZAN 🔊

Di dalam tulisan kami yang lalu, kami telah membahas seputar sahur, dan kebolehan seorang untuk ia meneruskan sahurnya ketika terdengar olehnya adzan Shubuh.

 

Lalu bagaimana bila ada seorang yang masih makan dan minum (sahur) setelah adzan Shubuh?

 

Syaikh Muhammad bin Shahih Al-Utsamin rahimahullahu ta’ala menjelaskan,

“Apabila seorang muadzin itu tidak mengumandangkan adzan kecuali setelah fajar (masuk waktu Shubuh dengan benar), maka tidak boleh (haram) baginya untuk makan dan minum setelah adzan dikumandangkan”.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

و كلوا و اشربوا حتى يتبين لكم الخيظ الابيض من الخيظ الأسود من الفجر.

“Makan dan minumlah sampai jelas bagimu perbedaan antara benang putih dari benang hitam yaitu fajar”.
📚 (QS Al-Baqarah: 187).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن بلال لا يؤذن بليل فكلوا و اشربوا حتى يؤذن ابن ام مكتوم فإنه لا يؤذن حتى يطلع الفجر.

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam (adzan Shubuh pertama), maka makan dan minumlah sampai Abdullah bin Umi Maktum yang adzan, karena ia (tidak disuruh adzan) kecuali setelah masuknya waktu fajar.

Maka, bila muadzin mengumandangkan adzan dengan teliti di waktu fajar, tidak boleh makan dan minum.

Meskipun saya tidak bisa mengatakan rusaknya (batalnya) puasa orang yang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan yang muadzin melihat waktunya secara teliti, karena waktu fajar yang dilarang makan dan minum belum jelas nyata terlihat. Namun seorang lebih baik hendaknya berhenti makan (menyelesaikan sahur) saat sudah mendengar adzan Shubuh”.
📗 (Sumber: Fatwa Syaikh Muhammad bin Shahih Al-Utsamin 1/525).

“Ucapan beliau diperkuat dengan fatwa Lajnah Daimah. Hendaknya seorang tidak makan dan minum setelah adzan Shubuh yang kedua (masuknya waktu fajar), jika seorang itu niat puasa, meskipun puasa Sunnah, karena bila seorang makan dan minum setelah adzan, maka puasanya bisa menjadi rusak (batal)”.
📗 (Fatwa Lajnah Daimah 4310).

Di sini dapat diambil kesimpulan, seorang hendaknya ia berhati-hati bila telah memasuki waktu fajar dan terdengar adzan, hendaknya ia segera menyelesaikan urusan makan (sahur) dan tidak makan setelah adzan dikumandangkan (yakni benar telah masuk waktu fajar).

 

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-nya.

✍ Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary حفظه الله تعالى.

 

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

 

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

📱 Donasi Pulsa dapat disalurkan ke nomor 082135717823 atau
🔝 Link Aja dengan nomor 082135717823

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

Share