Mei 17, 2021

SABILUL KHAYR AL IBANA

Lillah Fillah Billah

Puasa Seorang Istri

💎 PUASA SEORANG ISTRI 💎

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(( لا يحل للمرأة أن تصوم و زوجها شاهد إلا بإذنه)) متفق عليه و اللفظ للبخاري ، و زاد أبو داود : (( غير رمضان )).

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa sementara suaminya hadir, kecuali jika dia mengizinkannya”.
📗 (Muttafaqun ‘Alaih, Lafadz Bukhari, Abu Dawud menambahkan “selain bulan Ramadhan”).

 

Hadits ini menerangkan tentang hak suami yang begitu besar atas istrinya, sampai-sampai seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah tanpa izin suaminya.

Ada tiga tingkatan tentang hal ini:

1️⃣ Puasa Sunnah
Seorang istri tidak boleh berpuasa sehingga mendapat izin suami.

2️⃣ Qadha (Mengganti) Puasa Ramadhan
Jika tersisa pada bulan Sya’ban hari-hari sebatas untuk mengqadha puasa Ramadhan maka boleh bagi seorang istri untuk berpuasa walaupun suami melarang.

3️⃣ Qadha Puasa Ramadhan dan Waktunya Masih Luas
Dalam kondisi ini diperbolehkan bagi seorang istri untuk berpuasa selama suami tidak melarang, dan tidak perlu izin karena puasa wajib.

🔖 Perbedaan antara yang ketiga dengan yang kedua adalah yang kedua adalah puasa wajib yang waktunya sempit, seorang istri boleh puasa walaupun suami melarang

🔖 Perbedaan yang ketiga dengan yang pertama (puasa sunnah) adalah pada puasa sunnah si istri tidak boleh berpuasa melainkan ada izin suami, adapun yang ketiga si istri boleh berpuasa dengan tanpa izin selama tidak dilarang suami, kalau suami berkata waktu mengganti puasa masih luas/banyak waktu, maka ini haknya suami

Oleh karena hal ini ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tidak berpuasa qadha Ramadhan kecuali pada bulan Sya’ban karena memperhatikan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Hadits ini banyak mengandung pelajaran besar, di antaranya:

🔸 Istri wajib memperhatikan hak-hak suaminya

🔸 Istri tidak boleh puasa sunnah sementara suaminya hadir melainkan dengan izin suami, hikmahnya ketika suami membutuhkannya istri telah siap, kecuali jika suaminya tidak memberikan hak istri berupa nafkahnya

🔸 Istri tidak boleh safar tanpa izin suami walaupun safar bersama mahramnya seperti ayahnya, saudara laki-lakinya, pamannya atau kakeknya

📗 (Untuk lebih luasnya lihat Fathi Dzil Jalaali Wal Ikram, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu ta’ala: 7/404-417).

Semoga bermanfaat.

 

✍ Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. حفظه الله تعالى.

🖇️ sosmed.sabilulkhayr.com

┈┈┈◉◈◉❒ SKAI ❒◉◈◉┈┈┈

📲 SKAI Center Ikhwan: bit.ly/SKAI-Center-03
📲 SKAI Center Akhawat: bit.ly/SKAI-Center-01
👥 Join Grup WA: bit.ly/SKAI-Center-01
🌐 Website: sabilulkhayr.com
🎥 Youtube: youtube.com/c/sabilulkhayrtv
📷 Instagram: Instagram.com/Sabilulkhayr
🌏 Fanpage: facebook.com/sabilulkhayr
📧 Twitter: twitter.com/sabilulkhayr
💬 Line: bit.ly/sabilulkhayrLine
✉ Telegram Chanel: t.me/sabilulkhayr
📮 Tanya Jawab SKAI: t.me/tjsabilulkhayr
📑 Laporan Donasi: sabilulkhayr.com/donasi-skai

 

💰 Donasi Dakwah SKAI

🏧 BANK MUAMALAT
| Rekening : 2150014535
| Kode Bank : 147
| Atas nama : SABILUL KHAYR AL IBANA

📱 Donasi Pulsa dapat disalurkan ke nomor 082135717823 atau
🔝 Link Aja dengan nomor 082135717823

Konfirmasi Donasi klik link: bit.ly/Donasi-SKAI

📡 Silakan dibagikan! Raih pahala dengan membantu menyebarkan kebaikan.

Share