📮 TANYA USTADZ 📮

📜 HUKUMAN BAGI PELAKU SIHIR DAN PENUDUHNYA

Tanya Jawab Grup WhatsApp SKAI Sabilul Khayr Al Ibana

Nama : Il** Y**** Pu*****
Domisili : Batam
Grup SKAI – A : 2️⃣

〰〰〰〰〰〰

📥 PERTANYAAN :

بسم الله

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan, saya ingin bertanya, Ustadz. Ada kakak teman ana yang terkena pelet (sihir) dan membuatnya menjadi sangat menyukai seorang pria yang seharusnya tidak dia sukai. Kakak teman ana juga sampai tunduk kepada pria tersebut. Bahkan anggota keluarga lainnya juga sudah terkena dan mengakibatkan hancurnya keharmonisan keluarga mereka.

Bagaimanakah cara menghilangkan pelet tersebut, Ustadz?

Alhamdulillah, teman ana belum terkena pelet tersebut.

Jadi, teman ana itu mendapat pertentangan dari keluarganya karena dia tidak menyetujui pria yang sudah melakukan pelet terhadap kakaknya menjadi iparnya.

Jazakallahu khairan, Ustadz.

📨 JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمةالله وبركاتة

بسم الله

Perbuatan pelet adalah bagian dari sihir dan salah satu pembatal keislaman. Maka orang yang menuduh, wajib mendatangkan bukti. Bukan hanya sekadar prasangka (sebuah perasaan) karena ini urusan kekufuran.

Di dalam Islam, orang yang melakukan sihir harus dihukum mati. Demikian juga jika salah menuduh, hukumannya pun berat.

Hendaknya seseorang hati-hati dalam berbicara.

Banyak orang yang semula benci menjadi cinta pada akhirnya dan itu biasa. Jangan karena kita tidak suka, kemudian main tuduh begitu saja.

Ingatlah, tipu daya setan itu lemah di hadapan orang yang beriman. Dengan mereka menjalankan ibadah yang baik, menjaga dzikir dan bacaan Al-Qur’an, insyaallah semua itu merupakan penjagaan bagi seorang muslim.

والله اعلم بالصواب.

✒️ Dijawab oleh:

Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary حفظه الله تعالى.

Yuk, simak tanya jawab lainnya di link berikut:

🌐 sabilulkhayr.com/category/tanya-jawab-skai/